Kesehatan Jantung pada ODHA (Bagian II)

author

“Penyakit jantung” adalah istilah umum di masyarakat. Sebenarnya, lebih tepat disebut sebagai penyakit kardiovaskular, adalah istilah umum untuk menggambarkan kondisi medis yang mempengaruhi jantung dan pembuluh darah. Baca bagian I

Apa yang menyebabkan penyakit kardiovaskular pada orang dengan HIV (ODHA)?

Banyak faktor yang dapat memengaruhi risiko penyakit jantung. Beberapa dapat dikontrol, yang lain tidak bisa. Beberapa faktor sangat meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular, sedangkan yang lain mungkin hanya memberikan pengaruh ringan. Mengetahui kontribusi gabungan berbagai faktor risiko dapat membantu kamu dan penyedia layanan kesehatan dalam menentukan risiko keseluruhan kamu mengenai penyakit kardiovaskular.

Faktor Risiko yang Tidak Dapat Kamu Kendalikan:

Baik jenis kelamin dan usia sangat mempengaruhi kesehatan kardiovaskular. Umumnya, pria memiliki risiko lebih besar daripada perempuan dan pada usia lebih dini. Untuk pria, risiko mulai meningkat pada usia 45 dan terus bertambah setiap tahun. Bagi wanita, risiko umumnya tidak mulai naik sampai setelah menopause. Pada usia 65, bagaimanapun, risiko penyakit kardiovaskular pada wanita meningkat secara substansial.

Ras juga memainkan peran dalam kesehatan jantung, meskipun tidak sepenuhnya jelas mengapa. Secara umum, orang Afrika-Amerika memiliki risiko lebih tinggi untuk masalah-masalah kesehatan, seperti tekanan darah tinggi dan diabetes. Kedua masalah kesehatan ini sangat meningkatkan risiko seseorang terhadap penyakit kardiovaskular.

Ada juga risiko genetik β€” penyakit kardiovaskular lebih mungkin terjadi pada beberapa keluarga dibandingkan dengan yang lain. Jika orang tua,Β  kakek nenek atau bibi dan paman kamu menderita serangan jantung atau stroke pada usia dini, kemungkinan kamu juga akan lebih tinggi.

Faktor Risiko yang Dapat Kamu Kontrol:

Diet, olahraga, dan merokok semuanya sangat mempengaruhi kesehatan jantung. Ketiganya sering disebut faktor gaya hidup. Meskipun diet sehat dan olahraga teratur berkontribusi sangat besar terhadap kesehatan kardiovaskular, merokok adalah salah satu pelanggar terburuk, dan selain dari dampak negatifnya terhadap tekanan darah dan atherosclerosis (pengerasan arteri), merokok juga meningkatkan risiko untuk kanker paru-paru dan emfisema.

Salah satu faktor risiko yang sangat umum bagi banyak orang adalah memiliki tingkat lemak darah β€” lipid, seperti kolesterol dan trigliserida β€” yang berada di atas kisaran yang sehat. Tingkat yang tidak sehat biasanya berarti bahwa kolesterol total, kolesterol “jahat” (LDL), atau trigliserida kamu terlalu tinggi, atau bahwa kolesterol “baik” (HDL) kamu terlalu rendah. Diet yang buruk, merokok, terapi ARV (lihat bagian berikutnya) dan kurangnya olahraga dapat berkontribusi pada masalah lipid. Jika tingkat lipid kamu tidak normal, kebanyakan dokter pertama-tama akan merekomendasikan perubahan gaya hidup β€” diet sehat, olahraga, dan berhenti merokok β€” terkadang dikombinasikan dengan perubahan pada pengobatan ARV atau obat-obatan yang dirancang untuk mengurangi kolesterol dan trigliserida.

Tekanan darah tinggi adalah faktor risiko lain yang dapat dikontrol oleh kebanyakan orang. Makan sehat, berolahraga dan berhenti merokok semuanya dapat membantu mengontrol tekanan darah. Ketika perubahan gaya hidup tidak berhasil, dokter terkadang meresepkan obat untuk mengontrol tekanan darah.

Diabetes juga merupakan faktor risiko utama untuk penyakit kardiovaskular. Secara khusus, setiap kali gula darah kamu naik terlalu tinggi dan tetap terlalu tinggi, hal itu akan berkontribusi terhadap penyakit kardiovaskular. Jika kamu menderita diabetes, diet sehat dan olahraga teratur bahkan lebih penting, seperti secara teratur memantau gula darah dan tepat menggunakan obat yang diresepkan dokter untuk mengobati diabetes.

Infeksi HIV itu sendiri juga bisa menjadi faktor risiko. Penelitian telah menunjukkan bahwa orang HIV-positif yang tidak memakai terapi ARV memiliki kolesterol HDL β€œlebih baik” dan trigliserida yang lebih tinggi daripada orang yang tidak hidup dengan virus HIV. Namun ada juga bukti bahwa respon hiperaktif tubuh β€” berupa peradangan β€” terhadap keberadaan HIV, terutama jika tidak diobati, dapat secara bertahap merusak jantung dan pembuluh darah, berpotensi meningkatkan risiko penyakit kardiovaskular. Dan sementara orang yang hidup dengan HIV dapat dibantu mengelola banyak masalah kesehatan yang disebabkan oleh HIV.

Bersambung ke Bagian III

Sumber:

Also Read

Tags

Leave a Comment